Lengang Namun Produktif: Diskominfo SP Tetap Hadir di CFD

6 Mei 2026 | oleh Ardika Fajar S
Icon

Suasana Car Free Day (CFD) di Kota Surakarta pada Minggu pertama bulan puasa tampak lebih lengang dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Aktivitas masyarakat yang biasanya memadati ruas jalan utama kota terlihat berkurang, seiring dengan penyesuaian ritme kegiatan selama Ramadan. Meski demikian, sejumlah tenant UMKM tetap hadir dan membuka lapak, menghadirkan beragam produk kuliner maupun non-kuliner untuk pengunjung yang datang berolahraga atau sekadar menikmati suasana pagi.

Di tengah kondisi yang lebih sepi tersebut, semangat pelayanan tidak ikut surut. Bidang Komunikasi, Publikasi dan Media Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta tetap menjalankan tugasnya dengan optimal. Melalui stan layanan informasi yang didirikan di area CFD, tim memberikan edukasi, sosialisasi program, serta membuka ruang interaksi langsung dengan masyarakat.

Kehadiran stan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota dalam memastikan akses informasi publik tetap terbuka, termasuk di ruang-ruang publik seperti CFD. Masyarakat dapat memperoleh informasi seputar layanan pemerintah, kanal aduan, hingga berbagai program dan kegiatan yang tengah berjalan. Interaksi yang terbangun juga menjadi sarana menyerap aspirasi dan masukan warga secara langsung.

Momentum Ramadan justru menjadi penguat nilai pelayanan. Dengan mengedepankan semangat kolaborasi dan pengabdian, Bidang Komunikasi, Publikasi dan Media terus berupaya menghadirkan informasi yang akurat, transparan, dan mudah diakses. Meski suasana lebih tenang, komitmen untuk melayani masyarakat tetap berjalan penuh dedikasi, sejalan dengan semangat melayani bangsa dan membangun Kota Surakarta yang informatif serta inklusif.

The atmosphere of Car Free Day (CFD) in Kota Surakarta during the first Sunday of Ramadan appeared quieter than usual. The streets, which are typically crowded with residents engaging in sports and leisure activities, were noticeably less busy as people adjusted their routines during the holy month. Nevertheless, several local vendors continued to operate, offering a variety of culinary and non-culinary products to visitors who came to enjoy the morning ambiance.

Despite the calmer setting, the spirit of public service remained strong. The Communication, Publication, and Media Division of the Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta continued to carry out its duties by providing public information services through an information booth set up at the CFD area. The team actively engaged with residents, delivered program updates, and offered direct consultation regarding government services.

The presence of this booth reflects the City Government’s commitment to ensuring public access to information remains open and accessible, even in public spaces such as CFD. Residents were able to learn about government programs, public complaint channels, and ongoing initiatives, while also sharing feedback and aspirations directly with the team.

Ramadan serves as a reminder that dedication to public service must remain consistent under any circumstances. Even in a quieter atmosphere, the commitment to delivering accurate, transparent, and accessible information continues with full enthusiasm and responsibility.

Swara lan kahanan Car Free Day (CFD) ing Kota Surakarta ing Minggu kapisan wulan pasa katon luwih sepi tinimbang biasane. Dalem dalan sing lumrahe rame warga kang padha olahraga lan rekreasi, saiki katon luwih lengang amarga masyarakat nyelarasake kegiyatan sajrone wulan suci Ramadan. Sanadyan mekaten, sawetawis tenant lan pedagang UMKM tetep mbikak lapak lan ngedol maneka warna produk.

Ing tengah kahanan kang luwih sepi, semangat ngladosi masyarakat tetep murub. Bidang Komunikasi, Publikasi lan Media saking Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta tetep nindakaken tugasipun kanthi optimal. Lumantar stan layanan informasi ing area CFD, tim maringi sosialisasi program, informasi layanan publik, saha mbikak ruang rembug langsung kaliyan warga.

Kehadiran stan punika dados pratanda bilih pamarentah kutha tetep komitmen njagi keterbukaan informasi publik. Warga saged pikantuk informasi babagan program pamarentah, kanal pengaduan, saha kegiyatan ingkang saweg lumampah. Saliyane punika, interaksi langsung punika dados sarana nyerap aspirasi masyarakat.

Wulan Ramadan dados pangeling bilih pengabdian lan pelayanan boten saged kendhat. Sanadyan swasana langkung sepi, komitmen maringi informasi ingkang leres, transparan, lan gampil diakses tetep kalaksanan kanthi tanggung jawab lan dedikasi.