Edukasi Pencegahan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, kolaborasi Pemerintah Kota Surakarta dengan GP Farmasi Indonesia

 

Surakarta(7/9) – Stunting adalah masalah kesehatan serius yang terjadi ketika pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak terhambat karena gizi buruk dan perawatan yang tidak memadai sehingga memiliki dampak jangka panjang, termasuk gangguan perkembangan mental dan fisik yang dapat berlangsung sepanjang hidup. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan tingkat stunting yang tinggi, telah berkomitmen untuk mengatasi masalah ini dengan serius. Salah satu upaya terpenting dalam hal ini adalah edukasi dan kesadaran.

Kerjasama antara Pemerintah Kota Surakarta melalui BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) adalah salah satu langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia. GPFI adalah entitas yang terdiri dari beberapa perusahaan farmasi terkemuka yang beroperasi di Indonesia. Kerjasama ini mencakup berbagai kegiatan, salah satunya adalah program edukasi yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya gizi, perawatan, dan stimulasi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan anak. Berlangsung di Graha Sabha Buana, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, SH, Sekretaris Jenderal GPFI, Andreas Bayu Aji, Asisten Ekonomi Pembangunan, Ir. Gatot Sutanto. MSi, Kepala DP3AP2KB Surakarta, Purwanti, SKM,MKes beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Surakarta dan jajaran anggota GPFI. Acara ini mengundang 1000 tamu undangan termasuk ibu Hamil, ibu menyusui, calon pengantin, bidan, kader, PIK R, hingga penyuluh KB di 5 kecamatan di Surakarta.

Acara dibuka oleh sambutan dari Sekjen GPFI, Andreas Bayu Aji dilanjutkan sambutan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, SH kemudian sambutan Wali Kota Surakarta dibacakan oleh Asisten Ekonomi Pembangunan, Ir. Gatot Sutanto. MSi. Selanjutnya, Donasi Gerakan Bersama Bebas Stunting diserahkan secara simbolis oleh GPFI yang diwakili Sekjen GPFI, Andreas Bayu Aji kepada Kaper BKKBN Jawa Tengah, Eka Sulistia yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada warga perwakilan 5 kecamatan di Surakarta. Tidak berhenti pada bantuan, Edukasi dilaksanakan dengan Materi “Edukasi & Intervensi Stunting di 1000HPK : Mencegah Stunting dari Masa Kehamilan” oleh dr. RR. Ratih Dewanti Sari dan materi tentang “Edukasi Penatalaksanaan Gizi untuk Mencegah Stunting” diberikan oleh dr. Widjaya Lukito, SpGK, PhD.

Kerjasama antara Pemerintah Kota Surakarta melalui BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan GPFI adalah contoh nyata dari bagaimana sektor swasta dapat berkontribusi pada upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui edukasi dan kesadaran, kita dapat mencegah stunting dan membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi individu yang sehat dan berkembang.