Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Perundungan Anak Pasca Pandemi Covid 19

Surakarta(23/5/2023). Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak aspek kehidupan kita, termasuk sistem pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, pelajaran tatap muka terbatas dan penggunaan teknologi telah menjadi norma dalam proses belajar-mengajar. Meskipun pendekatan ini membantu dalam melanjutkan pendidikan di tengah pandemi, namun juga membawa konsekuensi sosial yang signifikan, terutama dalam hal bullying dan perundungan anak.

Bullying dan perundungan anak adalah masalah serius yang telah ada sebelum pandemi, tetapi situasi saat ini telah memperburuk kondisi tersebut. Ketika anak-anak diisolasi secara sosial dan interaksi mereka terbatas, mereka mungkin lebih rentan terhadap perilaku bullying dan perundungan. Oleh karena itu, sosialisasi pencegahan bullying dan perundungan anak sangat penting dalam memastikan keamanan dan kesejahteraan anak-anak pasca pandemi Covid-19.

Pertama-tama, penting untuk memahami apa itu bullying dan perundungan anak. Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah secara fisik, emosional, atau sosial. Perundungan anak, di sisi lain, mencakup berbagai bentuk kekerasan, penindasan, atau pelecehan terhadap anak-anak yang melibatkan kekuasaan dan kontrol yang tidak seimbang.

Sosialisasi pencegahan bullying dan perundungan anak harus dimulai di lingkungan pendidikan. Sekolah dan institusi pendidikan lainnya harus memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas mengenai perlindungan anak dan tindakan yang diambil jika terjadi bullying atau perundungan. Disinilah DP3AP2KB Surakarta melalui PUSPAGA Surakarta hadir menjadi narasumber dalam kegiatan bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Perundungan Anak Pasca Pandemi Covid 19” yang diselenggarakan oleh TP PKK Kota Surakarta dengan melibatkan Forum Anak Surakarta (FAS), Fasilitator FAS, serta remaja usia SMP-SMA dari 54 kelurahan di Surakarta.

Dalam acara ini, PUSPAGA Surakarta memberikan edukasi kepada remaja usia SMP dan SMA perwakilan dari 54 kelurahan terkait fenomena bully, pengertian bully, dampak bully, dan bantuan awal psikologis yang dapat dilakukan jika peserta menemui korban bully.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, kita tidak hanya bertanggung jawab untuk melindungi fisik anak-anak kita, tetapi juga harus melindungi mereka dari bahaya sosial seperti bullying dan perundungan. Sosialisasi pencegahan bullying dan perundungan anak pasca pandemi Covid-19 merupakan langkah yang penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua anak. Dengan melibatkan remaja sebagai teman sebaya, bersama sekolah, orang tua, dan masyarakat secara luas, kita dapat bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda kita.