Perkembangan teknologi digital membuka banyak manfaat bagi anak, mulai dari akses pendidikan hingga sarana komunikasi. Namun di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan ancaman baru, salah satunya adalah child grooming. Praktik ini kerap terjadi secara tersembunyi dan sulit dikenali, sehingga orang tua, pendidik, serta masyarakat perlu memahami tanda-tandanya sejak dini.
Apa Itu Child Grooming?
Child grooming adalah upaya yang dilakukan orang dewasa untuk mendekati, membangun hubungan, serta mendapatkan kepercayaan anak dengan tujuan manipulasi, eksploitasi, atau kekerasan seksual. Proses ini biasanya dilakukan secara bertahap melalui media sosial, permainan daring (game online), aplikasi pesan, hingga platform digital lainnya.
Pelaku sering menyamar sebagai teman sebaya atau sosok yang dianggap peduli, sehingga anak merasa nyaman dan tidak menyadari adanya bahaya.
5 Cara Mengenali Child Grooming
Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
1. Terlalu Cepat Akrab
Pelaku berusaha membangun kedekatan emosional secara cepat dan intens. Mereka sering menghubungi anak tanpa mengenal waktu serta membuat anak merasa menjadi orang yang paling “dipercaya”.
2. Pujian dan Hadiah Berlebihan
Pelaku kerap memberikan pujian terus-menerus, hadiah, pulsa, atau item dalam permainan daring. Tujuannya adalah menciptakan rasa ketergantungan emosional dan membuat anak merasa berutang budi.
3. Meminta Menyimpan Rahasia
Salah satu tanda penting grooming adalah ketika pelaku meminta anak merahasiakan komunikasi dari orang tua atau keluarga. Anak diminta untuk tidak menceritakan percakapan atau hubungan tersebut kepada siapa pun.
4. Meminta Foto atau Video Pribadi
Permintaan biasanya dimulai dari hal yang terlihat biasa, kemudian berkembang menjadi permintaan yang melanggar batas privasi anak.
5. Mengajak Bertemu Langsung
Pelaku berupaya mengatur pertemuan langsung dengan berbagai alasan, seperti memberikan hadiah atau ingin bertemu sebagai “teman dekat”, tanpa sepengetahuan orang tua.
Perbedaan Age Gap dan Grooming
Perbedaan usia (age gap) tidak selalu berarti grooming. Yang perlu diperhatikan adalah pola perilaku dan tujuan hubungan tersebut. Jika terdapat manipulasi, tekanan, permintaan rahasia, atau eksploitasi, maka situasi tersebut berpotensi termasuk grooming, terlepas dari selisih usia.
Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan
Perlindungan anak dari ancaman digital memerlukan peran bersama:
Membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak
Mengajarkan anak tentang batasan privasi dan keamanan digital
Mendampingi aktivitas anak di internet secara bijak
Menggunakan fitur kontrol orang tua pada perangkat digital
Segera bertindak jika menemukan tanda mencurigakan
Jika anak mengalami atau menemukan indikasi grooming:
hentikan komunikasi, blokir akun pelaku, simpan bukti percakapan, dan laporkan kepada pihak berwenang atau lembaga perlindungan anak.
Penutup
Anak berhak merasa aman, termasuk saat beraktivitas di ruang digital. Edukasi, pendampingan, dan kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk mencegah terjadinya eksploitasi dan kekerasan terhadap anak.
Mari bersama menciptakan lingkungan digital yang aman dan ramah anak.