DP3AP2KB Surakarta Perkuat Tata Kelola Alokon melalui Optimalisasi Rantai Pasok dan Monitoring SIRIKA

9 Oktober 2026 | oleh Patricia
Icon

Surakarta — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan penguatan tata kelola alat dan obat kontrasepsi (alokon) pada Kamis (8/10/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Sekber Lantai 4. Kegiatan ini diikuti oleh fasilitas kesehatan di Kota Surakarta.

Kegiatan bertujuan meningkatkan efektivitas tata kelola alokon untuk mencegah kekosongan stok (stockout) maupun kelebihan stok (overstock), sekaligus mendukung peningkatan akses pelayanan keluarga berencana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars KB dan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat. Selanjutnya, Kepala DP3AP2KB Kota Surakarta, Kristiana Hariyanti, A.Pi., M.Si., M.M., menyampaikan sambutan dan pengarahan sekaligus membuka kegiatan.

Materi pertama membahas sinergitas dan optimalisasi penatakelolaan rantai pasok alat dan obat kontrasepsi. Materi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan alokon agar ketersediaan stok dapat terjaga sesuai kebutuhan pelayanan keluarga berencana.

Paparan berikutnya membahas monitoring dan evaluasi melalui dashboard SIRIKA. Setelah kedua materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi partisipatif bersama Tim Kerja KB dan Kesehatan Reproduksi dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh dr. Mirojul Hari Riyyah. Rangkaian kegiatan juga mencakup paparan materi mengenai Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bagian dari upaya menindaklanjuti hasil pembahasan.

Kegiatan ditutup oleh Sekretaris DP3AP2KB Kota Surakarta, Dyah Saraswati, S.STP., M.A.P.

Melalui kegiatan ini, DP3AP2KB Kota Surakarta mendorong penguatan koordinasi dan optimalisasi pengelolaan alokon bersama fasilitas kesehatan. Tata kelola stok yang lebih efektif diharapkan dapat membantu mencegah kekosongan maupun penumpukan persediaan, sehingga mendukung keberlangsungan dan peningkatan akses pelayanan keluarga berencana di Kota Surakarta.